Sabtu, 27 Juni 2015

Tugas Softskill

Nama : Sinta Novianka
Kelas : 2IA14
NPM : 58413503

Ciri - ciri Web yang Baik dan Buruk


Web yang Baik :

Tampilan Halaman Tutorial 1

Tampilan Halaman Tutorial 2


Desain secara Umum
- Loading halaman cepat
- Halaman index atau home pas di ukuran minimal 800 x 600 pixel
- Seluruh halaman lainnya juga harus pas dengan ukuran minimal 800 x 600 pixel
- Gunakan elemen grafis (foto, gambar, dsb.) untuk mengisi jeda antara paragraf dalam sebuah tulisan berukuran sangat panjang
- Buat setiap halaman tampak sebagai bagian dari situs tersebut; tampilkan elemen tertentu secara berulang yang akan mengingatkan pengunjung bahwa ia masih berada dalam situs yang sama.

Teks
- Warna latar belakang tidak bertabrakan dengan warna teks
- Teks cukup besar untuk dibaca, tetapi jangan terlalu besar
- Hirarki informasi jelas
- Kolom teks lebih kecil dari kolom di buku untuk memudahkan membaca di layar

Navigasi
- Tombol dan bar navigasi mudah dipahami penggunaannya
- Navigasi konsisten di seluruh situs
- Tombol dan bar navigasi memberi petunjuk kepada pengunjung dimana mereka berada sekarang, dan halaman apa yang mereka lihat sekarang
- Frame, jika digunakan, tidak menggangu
- Situs berukuran besar memiliki index atau peta situs

Link
- Warna link disesuaikan dengan warna halaman
- Link selalu bergaris bawah sehingga jelas bagi pengunjung

Gambar
- Tombol-tombol berukuran secukupnya
- Setiap gambar ada keterangan/label alt-nya
- Setiap link gambar memiliki link teks yang sesuai
- Gambar dan latar belakang menggunakan warna yang mampu ditampilkan browser (browser-safe colors)
- Animasi akan berhenti dengan sendirinya setelah beberapa saat

Web yang Buruk :



Tampilan yang baik seharusnya letak menu seimbang antara bagian kanan dan kiri.


Anggota Kelompok :
- Harles Bayu Anggara
- Karina Meita Permatasari
- Meidiana Dwi Andyni
- Tridea Putra


Sumber : 
- http://irfanpklsicmultimedia.blogspot.com/2012/08/ciri-ciri-web-yang-baik-dan-buruk.html
- https://prayudi19.wordpress.com/2011/04/07/baik-dan-buruknya-user-interface-pada-website/
- http://blog.rawins.com/2008/05/website-yang-baik.html
- http://pedulifakta.blogspot.com/2015/01/10-ciri-teman-yang-buruk-panduan.html

Rabu, 17 Juni 2015

Review of The Pirate Bay Away From Keyboard

The Pirate Bay : Away from Keyboard mampu menggambarkan suatu kisah dimana orang kecil lah yang disalahkan saat orang besar gagal untuk berevolusi dan beradaptasi terhadap sistem distribusi konten karya cipta. Dua generasi yang berbeda gagal dalam berkomunikasi karena perbedaan pengalaman dan masa hidup. Ini bukan film tentang akhir dari pembajakan. Ini adalah film tentang kekuatan ideologi secuil pihak yang kalah oleh kerapuhan hukum dan peraturan yang dibuat oleh umat manusia yang jelas-jelas terdapat kecacatan di dalamnya. Dalam film The Pirate Bay : Away from Keyboard ini, perseteruan antara pihak TPB dan Hollywood digambarkan mirip David melawan Goliath, dimana segelintir orang yang tidak terorganisir berhadapan dengan organisasi raksasa yang punya kekuatan untuk melumat "David" dengan mudah. Terbukti dalam salah satu potongan adegan dimana para anggota persidangan seperti hakim dan jaksa penuntut dalam kasus yang menimpa para co-founder TPB ini ternyata berasal dari satu organisasi yang sama yang justru berat sebelah dan cenderung mendukung perwakilan pihak Hollywood. Jadi bukan hal yang mengherankan kalau putusan hakim terkesan bias dan cenderung menguntungkan salah satu pihak. Kalo dilihat secara mendasar, pihak TPB bisa dibilang tidak melanggar hukum hak cipta karena pada mulanya TPB hanya berperan sebagai wadah bagi para penggunanya supaya bebas menyampaikan informasi dalam bentuk apapun. Sayangnya seringkali kebebasan ini disalahgunakan oleh pengguna dengan mengunggah informasi atau konten yang mengandung hak cipta yang tata cara peredarannya dilindungi oleh hukum. Seharusnya kalau pihak perwakilan Hollywood ingin menuntut ganti rugi, para pengguna yang melanggar inilah yang harusnya dipanggil ke persidangan. Sebenernya ada sisi positif yang ada dibalik penyebaran konten yang dilindungi hak cipta. Berbagai metode penyebaran, termasuk dalam bentuk torrent sebenarnya justru membantu pemilik konten untuk menyebarluaskan karyanya ke sudut-sudut pelosok dunia yang tidak terjamah oleh sistem distribusi dari pihak distributor resmi. Bisa jadi hal ini disebabkan karena ada daerah-daerah tertentu yang memiliki hukum pembatasan dan larangan peredaran suatu konten yang membatasi warganya untuk bisa menikmati konten karya cipta dari luar daerahnya. Harusnya sang pemilik karya ikut seneng karena keberadaan karyanya bisa tersebar dengan jangkauan lebih luas meski secara ngga resmi. Yang sering disalahgunakan adalah kewenangan yang dimiliki masyarakat untuk menyebarluaskan karya yang dilindungi hak cipta ini dengan cara menjual ulang tanpa sepengetahuan dan izin dari sang pemilik karya. Dengan kata lain oknum-oknum tidak tahu malu inilah yang menjual barang bajakan dan secara langsung melanggar UU tentang hak cipta.

Komputasi Biologi

Pengertian Komputasi Komputasi adalah sebuah istilah umum untuk segala jenis pemrosesan informasi untuk menemukan pemecahan masalah dari...